Yang Seharusnya Dilakukan Untuk Mengurangi Perokok di Bawah Umur

Salah satu hal yang selalu digaungkan para kelompok anti-rokok adalah makin banyaknya jumlah perokok di bawah umur. Artinya para anak-anak yang belum berusia 18 tahun melakukan aktivitas merokok secara iilegal. Hal ini tentu saja dicegah dan dikurangi jumlahnya.

Anti-rokok beranggapan bahwa cara termudah dan tercepat untuk mengurangi jumlah perokok di bawah umur ini adalah dengan membatasi iklan rokok di TV, menaikkan harga rokok, dan juga menutup semua display rokok di toko-toko ritel di seluruh Indonesia.

rokok dan kopi

Apakah langkah-langkah tersebut sudah tepat? Sepintas lalu, langkah-langkah di atas tentu saja terlihat tepat. Namun jika melihat lebih dalam, langkah di atas ternyata justru menjadi langkah yang salah, sebab langkah-langkah di atas memang tak berpengaruh signifikan terhadap perokok di bawah umur.

Soal iklan rokok di TV. Penayangan iklan rokok di TV sudah mengikuti aturan yang berlaku. Semua iklan rokok mulai ditayangkan di atas jam 10 malam. Jam di mana seharusnya anak-anak muda tersebut sudah tak lagi beraktivitas dan menonton TV. Lagipula mana ada anak-anak muda yang masih menonton TV tanpa didampingi oleh orang tuanya.

bungkus rokok

Kedua, soal menaikkan harga rokok. Ide ini tak cukup bagus untuk dilaksanakan, Banyak dari anak-anak di bawah umur yang merokok dengan urunan bersama temannya. Tak jarang pula ada anak-anak kaya yang mentraktir dan membelikan teman-temannya rokok. Berapapun harga rokok tak menjadi hambatan bagi anak-anak di bawah umur untuk merokok. Yang perlu diperbaiki adalah lingkungan dan juga edukasi terhadap mereka. Tentu ini adalah tugas kita bersama.

Ketiga, soal aturan menutup display produk rokok di toko-toko ritel. Ini tak banyak membantu, ia justru semakin memunculkan rasa penasaran bagi mereka. Produk kondom misalnya, ditaruh di tempat-tempat tersembunyi, anak-anak belum cukup umur pun bisa mengakses untuk membelinya. Artinya aturan ini tak banyak membantu. Justru malah merugikan para pelaku industri rokok dan khususnya para pengusaha toko-toko ritel. Aturan yang harus dijalankan adalah aturan penjualan rokok. Sudah jelas tertera di bungkus rokok, bahwa produk ini hanya untuk orang berusia 18 tahun ke atas.

rokok

Aturan penjualan rokok harus dibuat setegas dan seketat mungkin. Misalnya para pembeli produk rokok harus memberikan identitas, bisa KTP atau SIM kepada penjual, agar tak ada lagi salah kaprah penggunaan produk.

Hal-hal semacam ini yang harus kita kawal perlahan-lahan untuk membantu mengurangi jumlah perokok di bawah umur. Bukan malah membuat aturan semena-mena yang malah merugikan para perokok legal.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *