Tuan Bloomberg Biang Keladi Pemblokiran Iklan Rokok di Internet

thumbnail

Kemkominfo melakukan pemblokiran atas 114 akun medsos maupun website resmi yang disinyalir berbau iklan rokok.

Tindakan tersebut untuk menindaklanjuti permintaan Kemenkes melalui surat edaran Kemenkes Nomor TM.04.01/Menkes/314/2019.

Faktanya, peraturan terkait iklan rokok ini telah diatur dalam PP 109 Tahun 2012 pasal 27 sampai pasal 40, mulai dari aturan promosi hingga sanksi di media teknologi informasi atau internet.

Namun, sepertinya peraturan yang telah ditetapkan oleh perundangan-undangan tersebut dengan sengaja dilewati. Sehingga membuat kita menjadi bertanya-tanya, ada kepentingan besar apa sebetulnya yang bikin Kemenkes begitu agresif terhadap iklan rokok di internet belakangan ini.orang merokok

Bila ditelusuri, kita bisa menilik kembali agenda antirokok yang baru-baru ini terjadi. Dari sana, kita akan mengetahui sebab musabab dari pemblokiran iklan rokok di internet.

Peristiwa pada 29 April 2019, Tobacco Control Support Center, Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (TCSC, IAKMI) menggelar diskusi publik mengenai pelarangan iklan rokok di internet. Narasumber diskusi tersebut adalah Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kemenkominfo (Anthonius Malau), Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kemenkes RI (Theresia Sandra Diah Ratih), Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Jasra Putra dan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wisnu Nugroho.

Sebagaimana siaran pers yang diterbitkan, Ketua TCSC IAKMI, Sumarjati Arjoso meminta, “Pemerintah harus segera memperkuat kebijakan pelarangan total iklan rokok di semua media, khususnya media online.”

Menanggapi hal itu, Kasubdit Pengendalian Konten Internet Kemenkominfo, Anthonius Malau menyatakan, “Jika Kementerian Kesehatan berani mengeluarkan aturan yang menyatakan produk rokok dilarang diiklankan, termasuk di internet, maka Kemenkominfo akan melarang semua konten iklan rokok di internet.”

Seperti mendapat angin segar, pernyataan Anthonius Malau tersebut diterjemahkan Kemenkes agar pihaknya segera mengeluarkan peraturan atau permohonan untuk memblokir iklan rokok di internet.

Pada 10 Juni 2019, Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Farid Moeloek kemudian menerbitkan surat edaran nomor TM.04.01/Menkes/314/2019 tentang Pemblokiran Iklan Rokok di Internet.bungkus rokok

Sebagaimana dimuat pada laman www.tobaccocontrolgrants.org telah tercantum bahwa TCSC IAKMI menyandang proyek dari Bloomberg Initiative terhitung dari Agustus 2017 hingga Juli 2019.

Proyek itu bertujuan untuk mendukung pemerintah mengamandemen peraturan untuk meningkatkan ukuran Peringatan Kesehatan Grafis (GHW) menjadi 75% pada paket tembakau, mendorong parlemen untuk mengubah undang-undang pajak untuk menaikkan pajak tembakau, dan iklan tembakau, promosi dan peraturan terkait sponsor untuk larangan komprehensif, dan memobilisasi orang untuk mendorong presiden untuk mengaksesi WHO FCTC.

Lembaga yang menyandang proyek Bloomberg Initiative ini ternyata di ambang deadline proyek.

Dari sana kita tahu, bahwa kenyataan itu pahit. Sepahit menghadapi kenyataan kalau misi mulia yang dibalut dengan kampanye antirokok justru diperdagangkan demi proyek Bloomberg Initiative.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top