Tempat Khusus Orang Merokok yang Ideal

Mandat Undang-Undang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) seringkali hanya dipahami secara timpang. Penetapan area publik sebagai KTR sebagai hak publik seringkali tidak diimbangi dengan adanya Tempat Khusus Merokok (TKM) yang mana juga merupakan hak perokok. Sebab bagaimanapun, rokok adalah barang legal yang keberadaan dilindungi oleh konstitusi. Padahal, suatu baru boleh menetapkan kawasan tanpa rokok jika sudah ada ruang khusus merokok yang layak dan mamahadahi.

bungkus rokok

Nah, sayangnya, belum banyak stakeholder atau pihak-pihak pembuat kebijiakan yang bisa menyediakan tempat khusus merokok yang ideal dan nyaman.

rokok

Lalu, sebenarnya, bagaimanakah seharusnya Tempat khusus orang merokok yang ideal? Berikut ini adalah tiga kriteria sederhana tentang tempat khusus orang merokok yang seharusnya bisa dipenuhi oleh setiap pembuat kebijakan:

1. Area Terbuka Atau Ruangan Lenggang

Tempat Khusus Merokok (TKM) tidak hanya dipahami sebagai ruangan kecil, apalagi dalam ukuran yang tidak layak, tetapi bisa ruangan terbuka di mana asap perokok tidak terhirup orang lain.

orang merokok

2. Mudah Diakses

Tempat Khusus Merokok (TKM) bilamana terletak di area-area publik strategis harus mudah diakses (lha, iya, masak untuk merokok orang berjalan 1 kilometer atau manggil Go-Jek terlebih dahulu).

rokok

3. Sirkulasi Udara yang Baik

Bilamana ditempatkan di dalam ruangan khusus, selain memiliki luasan yang sesuai, sirkulasi udara yang baik perlu dipertimbangkan dalam pembuatan Tempat Khusus merokok.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *