Serikat Pekerja Pasuruan Minta Cukai Rokok Tak Naik

Gabungan 13 serikat pekerja yang tergabung dalam Forum Komunikasi Serikat Pekerja (FKSP) Kabupaten Pasuruan mendatangi DPRD untuk menyampaikan tuntutan supaya pemerintah merevisi target pendapatan cukai tahun depan. Pasalnya, rencana kenaikan cukai rokok sebesar 23% tahun depan bakal berdampak pada pemutusan hubungan kerja (PHK) ribuan orang.

Cukai Rokok

“Kami meminta DPR mau mendengarkan suara kami,” jelas Machmudi, koordinator FKSP seperti dilansir Tribunnews, kamis (17/9/2015).

Menurutnya, apablla kenaikan 23% cukai rokok terjadi, dampaknya tak hanya terjadi pada buruh yang di-PHK, namun juga berdampak pada petani tembakau, buruh angkutan, dan masyarakat luas. Pemerintah, lanjutnya, harusnya bisa mencari sumber-sumber penerimaan negara di bidang lain tapa harus terus menggenjot cukai hasil tembakau.

Bungkus rokok

Menurutnya, apabila kenaikan 23% cukai rokok terjadi, dampaknya tak hanya terjadi pada buruh yang di-PHK, namun juga berdampak pada petani tembakau, burung angkutan, dan masyarakat luas. Pemerinta, lanjutnya, harusnya bisa mencari sumber-sumber pendapatan di bidang lain tanpa harus menggonjot cukai tembakau.

Machmudi beserta rekan-rekan akan memberikan surat pernyataan bersama yang telah ditandatangi oleh 13 serikat pekerja yang ada di kabupaten pasuruan, dan akan diberikan kepada Komisi XI DPR RI.

Foto oleh : Eko Susanto

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *