Selain Indonesia, Dua Negara Ini Juga Gunakan Pajak Rokok Untuk Kesehatan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya meneken peraturan presiden (perpres) baru soal pemanfaatan pajak rokok dari daerah untuk menutup defisit keuangan Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Penerimaan BPJS Kesehatan dari pajak rokok diperkirakan mencapai Rp 5,51 triliun atau setara 75 persen dari 50 persen pajak rokok yang diterima daerah.

rokok

Nah, usut punya usut, ternyata Indonesia bukan negara pertama yang memanfaatkan dana hasil pajak rokok untuk keperluan pembiayaan kesehatan.

Di Asia Tenggara, Indonesia menjadi negara kedua yang menggunakan pajak rokok untuk dana kesehatan setelah Filipina dan Thailand.

orang merokok

Di Filipina, penerimaan penerimaan uang dari pajak rokok yang digunakan untuk menyediakan fasilitas kesehatan mencapai USD 1,2 miliar atau setara Rp 17,76 triliun. Jumlah dana tersebut mampu membantu memenuhi layanan kesehatan untuk untuk 45 juta warga Filipina.

Sementara di Thailand, sebanyak 77 persen dari seluruh pendapatan pajak rokok digunakan untuk mengatasi penyakit atau sektor kesehatan.

rokok

Langkah Indonesia untuk mengikuti kebijakan dua negara tetangga ini diharapkan bisa menjadi langkah yang baik. Langkah ini ditargetkan mampu menghasilkan tambahan modal Rp 9,23 triliun kepada BPJS Kesehatan.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *