Sejarah Rokok Kretek Djarum

Sejarah Rokok
Sejarah Rokok

Nama aslinya, Djarum Gramophon. Pada 1951, perusahaan produsen Djarum Gramophon itu diambil alih oleh Oei Wie Gwan. Ia juga yang menyoingkat merknya menjadi Djarum, lebih pendek dan mudah diingat.

Wie Gwan adalah tipikal pengusaha rokok sejati yang sealu melibatkan diri pada proses produksi, misalnya dengan mencampur sendiri tembakau dengan saus. Dua merek pertama perusahaan ini diberi nama Djarum dan Kotak Ajaib. Awalnya, hanya dipasarkan di wilayah Kudus.

Setelah kedatangan Wie Gwan, pemasarannya pun diperluas hingga ke wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah. Setelah sempat menjadi yang terbesar pada 1967, Djarum mulai menjajal pasar luar negeri pada 1972. Langkah ini mengantarnya menjadi merek kretek paling populer di luar negeri.

Perusahaan ini juga hampir pailit saat terjadi kebakaran besar menghancurkan pabrik perusahaan pada tahun 1963, diikuti oleh kematian Wie Gwan. Namun di tangan dua anak Wie Gwan, Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono, Djarum justru tumbuh menjadi perusahaan kretek raksasa.

Tiga merek terkenal dari Djarum ialah Djarum Filter (1976), Djarum Super (1981), dan Djarum Cigarillos. Mereka juga punya merek lain seperti Djarum Super MLD, LA Lights, Djarum Coklat, Djarum 76 dan sebagainya. Dengan seluruh merk itu, tak heran bila mereka menjadi salah satu penguasa tedepan di sektor industri kretek Indonesia.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *