Ruang Merokok Tanpa Speaker Pengumuman: Stop Diskriminasi Perokok di Bandara

Bandara menjadi salah satu tempat penting bagi banyak orang saat ini. Makin tingginya kebutuhan dan tingkat mobilisasi menjadikan pesawat sebagai salah satu moda transportasi pilihan bagi banyak orang. Estimasi waktu tempuh yang singkat dengan harga tiket yang semakin terjangkau membuat ia unggul dibandingkan dengan moda-moda transportasi yang lain. Pada titik inilah bandara kemudian menjadi tempat umum yang penting dan vital.

Selayaknya tempat umum, bandara diharuskan untuk menyediakan fasilitas-fasilitas umum terbaik untuk para penggunanya.

Salah satu fasilitas sederhana yang kerap diabaikan oleh banyak bandara di Indonesia adalah ruang merokok. Para perokok selalu didiskriminasi ketika melakukan aktivitas merokok. Padahal merokok adalah aktivitas legal yang dilindungi oleh Undang-Undang.

orang merokok

Seperti yang terjadi pada Bandar Udara Ahmad Yani, di Semarang. Di sana, ruang merokok yang ada tidak dilengkapi dengan speaker peringatan untuk informasi penerbangan. Hal tersebut menjadikan perokok tidak punya hak yang sama untuk bisa mendapatkan informasi penerbangan yang seharusnya ia dapatkan sebab ia juga membeli tiket dengan harga dan pajak yang sama.

peringatan ruang merokok

Tidak dilengkapinya ruang merokok dengan speaker peringatan di Bandara Ahmad Yani Semarang ini tentu saja dipermasalahkan oleh banyak orang, utamanya para perokok.

rokok

Sudah saatnya Angkasa Pura sebagai pengelola bandara di berbagai daerah memperhatikan hal-hal sederhana seperti ini. Jangan sampai banyak konsumen penerbangan menjadi tidak nyaman hanya karena urusan rokok.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *