Rokok sebagai Penyebab Kanker?

Rokok selalu dikaitkan sebagai penyebab penyakit kanker. Di bungkus rokok tertera keterangan “Merokok Dapat Menyebabkan Kanker, Serangan Jantung, Impotensi dan Gangguan Kehamilan dan Janin.” Barangkali karena keadaan dianggap makin gawat peringatan diubah menjadi, “Merokok Sebabkan Kanker Mulut” dan “Merokok Membunuhmu”, dengan dibumbui gambar seram pada bungkus rokok.

Bungkus Rokok
Bungkus Rokok

Tetapi, ada banyak kejadian penderita justru ditemui pada orang yang tak merokok. Seperti Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih yang akhirnya meninggal karena mengidap kanker, padahal dia tak merokok dan dikenal membenci rokok.

Inilah yang seringkali disalahpahami orang terkait kanker. Dengan adanya peringatan yang membabi-buta bahwa rokok sebagai penyebab kanker, justru melenakan orang yang tak merokok untuk tidak waspada terkait penyakit kanker. Orang barangkali akan menganggap, “Saya kan tidak merokok jadi tak mungkin kena kanker.” Eh, tahu-tahu divonis kanker dan telah memasuki stadium lanjut. Nah, kalau begini biasanya yang dicari-cari ialah, apakah pernah satu ruangan perokok? Maka muncullah istilah perokok pasif yang konon lebih membahayakan.

Gambar Rokok
Gambar Rokok

Sekadar diketahui, agar kita tak terjebak dalam pengetahuan yang menyesatkan, yang sayangnya justru disebarkan oleh otoritas lembaga kesehatan di negara ini, kanker merupakan sel abnormal yang tumbuh di dalam tubuh. Dikatakan abnormal karena sel sehat biasanya memiliki 46 kromosom, namun sel kanker bisa mengandung sampai 100 kromosom. Bila dibiarkan sel abnormal ini akan tumbuh dan mengakar di dalam tubuh dengan menggerogoti sel-sel lain. Sel kanker melakukan pengembangbiakkan secara cepat. Pada tahap lanjut, yang sulit diselamatkan, sel kanker telah menyebar ke seluruh tubuh.

Sel kanker sebenarnya dapat dicegah dengan membuat oksigen yang terkandung dalam tubuh optimal. Hal ini bisa diraih dengan rajin-rajin melakukan olahraga. Juga menjaga pola makan yang tak memberikan sel kanker untuk berkembang. Yakni makanan yang tak mengandung pengawet serta pestisida serta memiliki kandungan antioksidan tinggi.

Inilah yang membuat kita masih menemui orang-orang tua, yang bahkan berusia hampir satu abad tapi masih sehat. Karena mereka melakukan pola hidup sehat dengan menghirup lebih banyak oksigen segar (minim polusi asap kendaraan dan pabrik), beraktivitas, dan makan-makanan yang tumbuh dan diolah secara natural.

Gambar oleh : Eko Susanto

About the author

admingr

View all posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *