Rokok-Rokok yang Berjaya Sebagai Sponsor MotoGP

Balap motor di ajang MotoGP punya banyak daya tarik, baik di televisi maupun secara langsung di sirkuit. Oleh karenanya banyak sponsor yang berlomba-lomba menghiasi balapan ini. Para pembalap dan motor tunggangannya dihiasi beragam sponsor. Dulu rokok sempat menghiasi MotoGP dan menjadi sponsor utamanya. Belakangan karena ada aturan baru tentang sponsor MotoGP, rokok tak lagi diikutkan dalam balapan ini.

bungkus rokok

Di MotoGP, Marlboro pernah mensponsori tim Yamaha dengan nama resmi Marlboro Yamaha Team di tahun 2002. Saat itu Marlboro Yamaha Team mengandalkan pebalap asal Italia Max Biaggi dan Carlos Checa dari Spanyol. Namun jauh sebelum itu, Marlboro juga pernah berjaya bersama Yamaha di tahun 1990 hingga 1992 dengan pebalapnya Wayne Rayney yang kala itu menjadi juara dunia 3 kali beruntun.

Pada tahun 2003 Marlboro tak lagi Bersama Yamaha dan kemudian menjadi penyumbang dana terbesar untuk tim Ducati, Ducati Marlboro Team yang kala itu pernah menjadi juara dunia di MotoGP 2007 dengan pebalapnya Casey Stoner. Kesetiaan Marlboro dengan Ducati bertahan hingga musim 2010.

Malboro punya dana yang cukup besar untuk mensponsori para pebalap dan pabrikan motor di Moto GP. Perusahaan rokok dari Amerika Serikat ini Philip Morris International Inc, cukup punya nama di ajang Moto GP.

rokok

Selain Marlboro, ada rokok yang juga turut serta dalam Moto GP. Ia adalah Fortuna. Sempat menyeponsori Yamaha pada tahun 2002 dengan nama Fortuna Yamaha Team. Dua pebalap utamanya adalah Carlos Checa dan Marco Melandri. Namun pada tahun 2003, Marco Melandri digantikan oleh Norifumi Abe pada dua sesi laga pembuka awal.

Ada juga Camel. Camel adalah merek rokok yang berasal dari Amerika. Diperkenalkan oleh perusahaan Amerika R.J. Reynolds Tobacco pada tahun 1913, merek rokok Camel juga pernah berkecimpung di ajang MotoGP. Yamaha menjadi tim pabrikan yang berhasil menaklukkan Camel untuk bisa mengucurkan dana dan membentuk Camel Yamaha Team. Dua pebalap terkenal di Camel Yamaha Team adalah Valentino Rossi dan Colin Edward.

Pabrikan motor Honda juga pernah mendapatkan sponsor dari pabrikan rokok. Kala itu pebalap yang paling moncer dan mendapat sponsor Camel adalah Max Biaggi. Namun sayangnya, Max Biaggi gagal untuk menjadi juara.

bungkus rokok

Pabrikan besar rokok lainnya juga turut menghiasi MotoGP adalah Lucky Strike yang merupakan sebuah merek rokok ternama di dunia yang diproduksi oleh British American Tobacco dan Japan Tobacco. Lucky Strike pernah berjaya bersama Suzuki di tahun 1993 dengan pebalapnya Kevin Schwantz, salah satu legenda balap MotoGP.

Lalu ada Gauloises, perusahaan rokok asal Perancis ini menjadi sponsor MotoGP saat bersama Yamaha di musim 2004 dan 2005. Khusus di MotoGP 2004, Gauloises berbagi sponsor dengan rokok Fortuna. Sehingga Namanya menjadi Gauloises Fortuna Yamaha. Fortuna dengan pebalapnya Carlos Checa sedangkan Gauloises mengandalkan Valentino Rossi. Yamaha bersama Gauloises dan Rossi sukses merebut gelar juara dunia di tahun 2004 dan 2005.

Ada pula West. Di era awal MotoGP yang masih memakai mesin 4 tak, West yang tak lain brand dari Jerman juga pernah mencicipi era kejayaan Kejuaraan Dunia. West Honda Team pernah menempati posisi 4 klasemen akhir pembalap di tahun 2002 lewat pembalapnya Alex Barros dengan motor Honda.

Ada pula Rothmans yang merupakan merek rokok dari Inggris pernah berjaya bersama Honda dengan pebalapnya Eddie Lawson di tahun 1989.

Ada satu sponsor kertas rokok yang juga ikut dalam MotoGP yaitu Rizla. Rizla merupakan perusahaan kertas rokok. Mulai bergabung dengan Suzuki pada tahun 2006 dengan pembalap dari Australia Chris Vermeulen dan John Hopkins, pebalap berkebangsaan Amerika. Rizla bertahan dengan Suzuki dalam waktu cukup lama hingga tahun 2011. Di mana musim terakhirnya tim berjuluk Rizla Suzuki MotoGP diperkuat oleh Alvaro Bautista dan John Hopkins.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *