Pabrik Rokok Praoe Lajar Bertahan dengan Bidik Pangsa Pasar Nelayan

Industri sigaret kretek tangan banyak yang berguguran beberapa tahun belakangan. Berbagai faktor menjadi penyebabnya, diantaranya: regulasi pemerintah yang tidak berpihak berkaitan dengan lingkungan kerja dan pungutan cukai, sampai beralihnya konsumsi masyarakat yang beralih ke rokok jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM) MILD.

rokok

rokok

Hal yang demikian juga dialami oleh Pabrik Rokok (PR) Praoe Lajar, beruntung, pabrik rokok yang berlokasi di Semarang ini tidak sampai gulung tikar. Pemilik PR Praoe Lajar, Irawan Handjadjah mengatakan bahwa pangsa pasar memang semakin menyempit.

rokok praoe lajar

Untuk tetap menjalankan usaha pembuatan sigaret kretek tangan, Irawan sengaja menyasar pangsa pasar di daerah pinggiran yakni di kawasan Pantura dan komunitas nelayan.

orang merokok

Di komunitas nelayan memang punya kecenderungan yang unik. Mereka cenderung memilih rokok yang tahan lama dan harga lebih terjangkau. Karena itu rokok PraoeLajar dipasarkan di daerah pesisir, dari Waleri sampai Brebes.

Harga jual pun dibuat lebih murah dengan banderol harga sebungkus rokok hanya Rp4,500-Rp5,000.

Pabrik rokok yang berada di Kota Lama Semarang ini menjalankan operasionalnya di bangunan yang dulunya milik Maintz & Co, sebuah perusahaan energi swasta yang pertama mengembangkan jaringan listrik zaman Hindia Belanda.

pabrik rokok praoe lajar

Setiap harinya kini, Pabrik Rokok PraoeLajar memproduksi 700 ribu batang rokok.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto, Roni Firmansyah,

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *