Rokok Kretek Sebagai Teman Mendaki Gunung

Indonesia merupakan negara yang punya jumlah gunung yang sangat banyak. Dari mulai gunung yang sudah mati, sampai gunung yang masih aktif. Karena itulah, tak heran jika di Indonesia, tradisi mendaki gunung menjadi tradisi yang sangat lumrah dan banyak digemari oleh orang-orang Indonesia.

bungkus rokok

Tradisi mendaki gunung di negeri ini sudah berlangsung sejak lama. Jauh sebelum agama-agama dari luar nusantara masuk, beberapa penganut spiritual ajaran leluhur menjadikan gunung sebagai salah satu tempat suci nan sakral. Gunung juga menjadi salah satu tempat yang wajib dikunjungi saat ritual-ritual kegamaan leluhur mereka jalani. Di pulau Jawa misalnya, beberapa gunung diyakini sebagai tempat bersemayamnya para dewa. Banyak gunung di pulau Jawa terkait erat dengan laku spiritualitas masyarakatnya.

rokok

Di Gunung Lompobatang dan Bawakaraeng, Sulawesi Selatan, misalnya, masyarakat sekitar sudah sejak lama mendaki kedua gunung tersebut sembari menjalani beberapa ritual wajib pada waktu-waktu tertentu. Mereka yang telah melakukan pendakian dua gunung itu ditambah beberapa ritual dianggap sudah menunaikan ibadah haji, Haji Bawakaraeng istilah mereka.

Pendakian gunung-gunung di Indonesia begitu riuh, terlebih setelah muncul banyak kisah dan cerita baik melalui novel maupun film yang menceritakan tentang pengalaman mengasyikan naik gunung.

Nah, di Indonesia, rokok menjadi salah satu produk yang hampir tidak bisa dipisahkan dari dunia pendakian. Para pendaki umumnya menjadikan rokok sebagai alat bantu untuk menghangatkan tubuh karena cuaca di pegunungan yang memang cukup dingin. Selain itu, rokok juga mereka gunakan sebagai alat bantu untuk mencairkan suasana. Saling berbagi rokok dengan pendaki lain yang baru dikenal membantu mempermudah keakraban di antara para pendaki. Setelah saling berbagi rokok, kemudian rokok dinyalakan dan mengisapnya bersama-sama, selanjutnya obrolan-obrolan mengalir lancar di antara mereka.

rokok

Di tengah udara yang dingin, rokok menjadi teman terbaik. Beberapa merek rokok kretek seperti Djarum 76, Djarum Coklat, Dji Sam Soe, hingga klobot menjadi favorit para pendaki. Ada pula penyuka SKM macam Djarum Super, Gudang Garam International, Surya dll dijadikan barang bekal wajib para pendaki.

Mereka berbagi cerita, berbagi suka dan duka kala mendaki gunung dengan bertukar dan berbagi kretek. Menikmatinya di dekat api unggun dengan ditemani kopi atau teh panas. Nikmat betul.

Tradisi dan ritual masyarakat kaki gunung juga biasanya menggunakan kretek sebagai sesajen atas rasa syukur kepada alam. Kretek sekali lagi tak bisa dilepaskan dari budaya asli masyarakat Indonesia.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *