Rajaban Plabengan Ritual Sebelum Tanam Tembakau

Setiap tahun pada bulan rajab atau rejeb dalam bahasa Jawa, warga Dusun Cepit, Desa Pagergunung, Kecamatan Bulu, Temanggung, melakukan upacara Rajaban Plabengan. Tahun ini ritual Rajaban Plabengan jatuh pada 21-24 Maret 2019. Ritual ini merupakan syukuran warga dusun yang berprofesi sebagai petani tembakau di lereng gunung Sumbing sebelum masa tanam tembakau.

Rajaban Plabengan merupakan syukuran kenduri warga petani tembakau di makam Ki Ageng Makukuhan yang terletak di Plabengan. Lereng Gunung Sumbing. Ki Ageng Makukuhan dipercaya warga Desa sebagai orang yang pertama menyebarkan agama islam dan mengenalkan tanaman tembakau di lereng Subing.

bungkus rokok (4)
bungkus rokok (4)

Rangkaian ritual Rajaban Plabengan diawali dengan pengambilan air menggunakan 7 lodong bambu di sumber mata air yang letaknya di kaki Sumbing. Air itu kemudian di semayamkan di Dusun Cepit. Keesokan, bersama tumpeng berukuran besar rombongan warga Dusun Cepit mendaki ke Makam Ki Ageng Makukuhan sambil membawa tenong beris ingkung ayam buras dan berbagai macam lauk pauk.

Perjalanan menuju makam lumayan mendaki sehingga bagi yang tidak terbiasa akan terasa lekas lelah. Warga Dusun Cepit bahkan mendaki sambil merokok membuat kita semangat dan tidak mau kalah dengan mereka.

Sesampainya di makam Plabengan tumpeng beserta tenong berisi ingkung dan makanan lainnya itu didoakan oleh pak Kaum kemudian disantap bersama sebagai ungkapan syukur pada Tuhan Yang maha Esa. Acara selanjutnya, masih di depan makam dilakukan pentas jaran kepang warga Dusun bernama Turangga Seta. Kesenian juga merupakan anjuran dan wewarah Ki Ageng Makukuhan kepada warga. Malamnya, warga Dusun mementaskan kethoprak di panggung yang terletak di tengah Dusun.

bungkus rokok (3)
bungkus rokok (3)

Bagi warga Dusun Cepit, Desa Pagergunung, tembakau adalah kehidupan sehingga mereka dengan ikhlas setiap tahun melakukan selamatan di Makam Ki Ageng Makukuhan karena merupakan budaya turun temurun yang tidak berani dilanggar oleh warga desa.

Ritual berjalan dengan khusuk, sepanjang jalan benih-benih tembakau telah tumbuh menghijau di samping-samping rumah warga yang dibuatkan tempat khusus berupa rangkaian bambu yang ditutupi plastik dan berjaring. Benih-benih tembakau itu siap tanam usai bulan Maret berakhir.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *