Politik Di Balik Peringatan “Rokok Membunuhmu” di Bungkus Rokok

Peringatan “Merokok Membunuhmu” yang tertulis di bungkus rokok sekarang ini sepertinya sederhana dan memberikan efek bagus karena membuat orang tidak bersentuhan dengan rokok.

rokok

Tapi tidak demikian bagi Mohamad Sobary, budayawan yang telah lama mendampingi petani tembakau untuk memperoleh hak-haknya. Menurutnya, ada motif politik dari pencantuman peringatan itu yang mengancam keberadaan industri nasional.

Ia menjelaskan setiap orang sakit ketika pergi ke dokter akan selalu ditanya merokok atau tidak, tanpa ada penjelasan empiris bahwa rokok menjadi penyabab berbagai macam penyakit.

bungkus rokok

“Tempo hari merokok dapat mengakitbatkan gangguan janin, impotensi, dan seterusnya… tapi orang banyak merokok tak ada yang impoten, malah makin ganas saja,” ungkap Sobary dalam Bedah Buku ‘Perlawanan Politik & Puitik Petani Temabkau Temanggung’ di Gedung Indonesia Menggugat, Bandung (20/09/2016).

Budayawan yang kerab mengeluarkan humor terkait kata “dapat” pada peringatan di bungkus rokok yang muncul pada tahun 70-an. Kata “dapat” belum tentu pasti. Jadi rokok dapat merusak tapi tak pasti merusak.

rokok

“Dari peringatan tahun 70-an sampai tahun 2016, tidak ada bukti empiris kata secara kedokteran yang mengatakan bahwa merokok lebih berbahaya dari yang pernah dikatakan itu. Tidak ada. Tiba-tiba yang terjadi ‘Merokok Membunuhmu’. Itu kesintingan dari mana? Sinting dari mana?” katanya.

Ia mengatakan, perlawanan petani tembakau terhadap berbagai peraturan diimpor yang merugikan mereka sudah tepat. Pertanian tembakau yang sudah menjadi mata pencaharian bangsa Indonesia sejak ratusan tahun. Petani tembakau hidup nyaman dengan tembakau yang dipanennya. Wajar jika mereka melakukan perlawanan terhadap peraturan yang merugikan mereka.

Gambar Ilustrasi: Eko Susanto

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *