Peran Perempuan dalam Sejarah Perkembangan Kretek

Dalam sejarah kretek, kita mengenal Nitisemito sebagai pendiri pabrik rokok Tjap Bal Tiga yang sempat menguasai pangsa pasar industri rokok di tanah air. Tetapi, membahas Tjap Bal Tiga dengan mengesampingkan peran Nyai Nasilah tentu adalah sebuah kesalahan. Nyai Nasilah adalah orang yang tidak tahan oleh buangan bekas menginang pelanggang warungnya. Yang menurutnya, ‘kotor’. Kemudian meracik irisan tembakau dan cengkeh yang lantas dibungkus klobot yang digemari dan menggantikan kebiasaan pelanggan warungnya.

rokok klobot

Usaha yang dirintis ileh Nyai Nasilah ini kemudian diteruskan oleh suaminya sehingga racikan irisan tembakau dan cengkeh menjadi sebuah bisnis besar melalui pabrik rokok Tjap Tiga Bal.

Berbagai pekerjaan membuat rokok kretek banyak melibatkan perempuan. Dari proses linting, bathil, hingga pengepakkan. Sampai sekarang pun pembuatan rokok jenis sigaret kretek tangan tetap melibatkan banyak pekerja perempuan.

pekerja rokok

Di samping itu, dari bahan rokok yakni tembakau juga banyak perempuan yang bekerja. Coba Anda tenggok ke daerah-daerah penghasil tembakau di mana para perempuan turut berjibaku dalam mengupayakan hasil panenan tembakau terbaik. Bahkan ada pekerjaan-pekerjaan khusus yang hanya diperbolehkan dilaksanakan oleh perempuan.

rokok

Tak jauh berbeda dengan perkebunan cengkeh. Berbagai pekerjaan juga melibatkan perempuan, utamanya di masa-masa panen. Tak hanya memisahkan cengkeh dari batangnya. Ada pula perempuan yang memanjat pohon untuk memetik cengkeh.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *