Penyakit-penyakit dalam Rokok Elektrik

Lebih dari 20 negara – kebanyakan di Amerika Selatan, Timur Tengah dan Asia Tenggara telah melarang penjualan produk-produk rokok elektrik. Beberapa negara juga telah melarang kepemilikan produk-produk ini.

Penyakit paru terkait rokok elektrik yang membuat jatuh sakit lebih dari 1.000 orang, serta menelan korban jiwa lebih dari 20 orang di Amerika Serikat baru-baru ini akhirnya diberikan sebuah nama oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC).

Dalam laporannya di Morbidity and Mortality Weekly Report pada 11 Oktober, CDC menyebut penyakit paru itu sebagai EVALI atau singkatan dari “e-cigarette or vaping product use associated lung injury” yang dalam bahasa Indonesia berarti penyakit paru terkait penggunaan produk rokok elektrik atau vaping.

Para peneliti Harvard juga mengungkapkan bahwa pengguna vape beresiko mengidap penyakit bronchiolitis obliterans atau lebih akrab disebut sebagai ‘popcorn lung’. Kandungan kimia di dalam vape secara sistematis menghancurkan saluran udara paru-paru terkecil.

Ada juga hasil temuan terbaru dari para ahli kesehatan di Jepang yang menemukan bahwa kandungan formalin dan asetaldehida dalam uap yang dihasilkan beberapa cairan rokok elektronik lebih berbahaya dibandingkan rokok biasa.

Penelitian yang ditugaskan oleh Kementerian Kesehatan Jepang ini menemukan karsinogen dalam uap yang dihembuskan usai menghisap rokok yang disebut vape ini. Misalnya kandungan formaldehyde, sebuah zat yang biasa ditemukan dalam bahan bangunan dan pembalseman cairan, tingkat karsinogen lebih tinggi dibandingkan dalam asap rokok biasa. Lalu, asetaldehida juga ditemukan pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan rokok tembakau.

  • Rokok elektrik rentan meledak. Ledakan ini membahayakan penggunaka rokok elektrik. Seperti yang dialami remaja asal Nevada, Vape meledak saat sedang digunakan, menghancurkan sebagian besar gigi serta melubangi rahangnya.
  • Belum ada data komprehensif yang menunjukkan bahwa rokok elektrik menyerap besar tembakau petani lokal. Sejauh ini, liquid yang digunakan oleh rokok elektrik masih impor dan tidak menggunakan tembakau lokal.
  • Sektor hulu dari IHT adalah perkebunan tembakau dan cengkeh. Perkebunan tembakau tersebar di 15 provinsi, sementara perkebunan cengkeh ada di 30 provinsi. Mayoritas lahannya milik rakyat dan dibudidayakan sepenuhnya oleh rakyat, yang menunjukkan kemandirian dan kedaulatan ekonomi mereka. Keduanya memang bukan komoditas pangan, tetapi sifat-sifat polikulturnya, membuat keduanya bisa menopang ketahanan pangan. 

Sebesar 93 persen produk IHT adalah kretek. Sisanya adalah cerutu, farmasi, produk makanan, kosmetik, dan lainnya. Dari hulu hingga hilir, IHT menyerap jutaan tenaga kerja. Dengan demikian, IHT telah membantu pemerintah mengentaskan kemiskinan, menekan pengangguran, dan meningkatkan kesejahteraan. Sejarah mencatat IHT sebagai industri strategis nasional adalah sektor perekonomian yang paling tahan di saat krisis. 

Rokok elektrik tidak memiliki nilai kebudayaan, tidak menyerap tembakau petani lokal. Banyak penelitian terbaru mengungkap rokok elektrik lebih banyak madlaratnya.

About the author

admingr

View all posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *