Pemerintah Khawatirkan Gelombang PHK Pekerja Industri Rokok

Gambar Rokok – Lesunya perekonomian terjadi di hampir semua lini industri dalam negeri. Kondisi ini membuat pemerintah khawatir bila pemutusan hubungan kerja (PHK) dilakukan oleh pihak industri.

Oleh sebab itu, melalui Dirjen Penyelesaian Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Kementerian Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Hayani Rumondang, pemerintah meminta kepada industri rokok untuk menekan angka PHK yang telah ada.

gambar rokok

Menurutnya cara-cara untuk meminimalisir terjadinya PHK ialah dengan menggelar dialog tiga pihak yang mencakup pemerintah, industri, dan karyawan. “Selain itu, industri juga bisa melakukan efisiensi, mengurangi fasilitas, dan memangkas lembur,” kata Hayani, awal bulan lalu kepada media.

Ia berharap agar langkah PHK merupakan jalan keluar terakhir yang diambil. Sebelum itu, industri rokok harus mengupayakan cara-cara dialog yang baik. Pasalnya, potensi PHK bisa terjadi karena berbagai faktor seperti menurunnya produksi dan lain-lain.

gambar rokok

Tak hanya itu, industri rokok juga mendapatkan beban tambahan dengan lonjakan cukai yang berlaku tahun depan. Upaya pemerintah untuk menghindari gelombang PHK yang terjadi dalam industri rokok tak disertai dengan dukungan kebijakan yang memihak.

Menanggapi hal ini, Ketua Umum Pimpinan Pusat FSP RTMM (Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman) Sudarto menyatakan, pihaknya akan senang bila bisa duduk bersama pemerintah untuk menyelesaikan masalah ini. “Namun sayang, rencana itu sampai sekarang belum ada. Kami justru menunggu dari pemerintah,” jelasnya.

bungkus rokok

Pihak FSP RTMM sudah berdiskusi secara mendalam perihal PHK kepada industri rokok. Dari situ jelas bahwa industri keberatan dengan kenaikan target cukai 2016 yang terlalu tinggi dan tidak realistis. “Karena industri kesulitan. Saat ini produksi menurun dan pasaran merosot, jadi tidak mungkin diberikan target tinggi,” katanya.

Foto oleh : Eko Susanto

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *