Yang Merokok Tahu Diri, Yang Tidak Merokok Saling Menghargai

Kadang-kadang, stigma negatif kepada para perokok muncul karena kebiasaan buruk dari si perokok sendiri. Sudah tahu kalau merokok di kendaraan umum, sekolah, Rumah Sakit, dan tempat-tempat umum lainnya itu dilarang, tapi ia tetap saja merokok dengan seenaknya. Setiap aktivitas selalu ada peraturannya. Mulai dari orang-orang yang pergi ke kantor dengan berseragam dan bersepatu atau para pengunjung yang tidak boleh berisik di perpustakaan. Setiap tempat selalu memiliki turunan peraturan yang khas menyesuaikan karakter dari tempat tersebut.

rokok

Misalnya, mengapa dalam moda angkutan umum seperti angkot dan bus dilarang merokok? Secara nalar sederhana, tentu karena angkutan publik tersebut tidak luas dan memiliki sirkulasi udara yang terbatas. Penumpang di dalam angkot atau bus pun beragam sehingga para perokok harus menghargai hak mereka yang tidak merokok. Angkutan bermotor itu juga tidak menyediakan tempat sampah, sehingga tidak fleksibel untuk aktivitas merokok. Kalian para perokok, bersabarlah untuk menahan diri tidak merokok dalam angkutan umum, tunggu hingga sampai di tempat tujuan.

orang merokok

Di Rumah sakit, misalnya, rokok dilarang karena tempat umum tersebut semestinya dikondisikan kebersihan hingga kehigienisannya agar proses transfer medis berjalan lancar.

Tetapi, Pasal 115 Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan juga memberikan penjelasan, “khusus bagi tempat kerja, tempat umum, dan tempat lainnya dapat menyediakan tempat khusus untuk merokok.”

rokok

Nah, inilah yang selama ini terasa kurang adil juga untuk perokok. Merokok adalah aktivitas yang tidak melanggar hukum dan diperbolehkan, bahkan ada tanggung jawab instansi publik atau pemerintah untuk menyediakan tempat khusus untuk merokok semata agar muncul etos saling menghargai ini.

Tetapi, seringkali, banyak terminal, stasiun, tempat kerja dan tempat umum lainnya yang belum memenuhi hak para perokok. Akibatnya, para perokok yang ingin menghargai mereka yang tidak merokok di sekitarnya pun mengalami kesulitan.

Para perokok ingin merokok dengan leluasa tanpa mengganggu kenyamanan mereka yang tidak merokok. Mereka yang tidak merokok diharapkan juga menghargai para perokok yang merokok di tempat-tempat yang diperbolehkan untuk merokok

Gambar ilustrasi: Eko Susanto

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *