Kisah Merokok di Istana Kepresiden Era SBY

Setiap Presiden Republik Indonesia berganti, selalu ada saja lika-liku terkait kebijakan terhadap orang merokok di Istana Presiden. Berbeda Abdurrahman Wahid, berbeda pula dengan Susilo Bambang Yudhoyono.

Presiden SBY memang mempunyai rekam jejak buruk terhadap rokok. Dia pula yang mengesahkan PP No 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan Yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan yang memberi pukulan telak kepada petani tembakau, cengkeh, pekerja pabrik rokok, serta orang-orang yang memiliki ikatan dengan industri tembakau. Sebab, peraturan yang disahkan SBY itu mengukuhkan argumentasi antirokok yang didukung oleh perusahaan farmasi internasional.

rokok

Di masa kepemimpinan SBY pula, aturan merokok di istana menjadi lebih ketat karena di berbagai lokasi diberi stiker berlabel larangan merokok. Sebagai pribadi, SBY memang bukan termasuk perokok, begitu pun dengan kedua anaknya.

Aturan larangan merokok di Istana Presiden membuat sejumlah pegawai Sekretariat Negara, wartawan, dan para menteri di era SBY merasa segan merokok.

bungkus rokok

Yusril Ihza Mahendra, yang sempat menjabat sebagai Mensesneg dan dikenal sebagai perokok berat, langsung mematikan rokok begitu masuk Kantor Presiden. Tak jarang, kesempatan sebelum memberikan keterangan pers kepada wartawan digunakan untuk merokok oleh Yusril.

Aturan ketat merokok di Istana Presiden semasa SBY berkuasa membut orang-orang di sekitar lingkungan SBY yang mempunyai kebiasaan merokok membuat kesepakatan tidak tertulis terkait tempat merokok. Salah satu di antaranya adalah tahu sama tahu soal tempat-tempat yang diperbolehkan untuk merokok.

rokok

Tempat-tempat khusus merokok di antaranya di koridor menuju teras ruang tunggu wartawan. Lalu, ruang terbuka di belakang ruang tunggu wartawan. Area ini berbentuk L yang hanya berukuran panjang 5 meter dan lebar 1 meter. Sementara lokasi ketiga adalah di lorong terbuka menuju musala. Lorong tersebut teduh dan segar.

Lumayan, di tiga tempat itu adalah lokasi yang tepat melepas urat dan menghangatkan badan setelah dihajar AC yang berhembus sangat dingin di kantor presiden. Tentu saja, dengan beberapa hisapan rokok.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *