Memunculkan Perokok Etis yang Paham Etika Merokok

ara-gara nila setitik, rusak susu sebelanga. Peribahasa tersebut rasanya pas untuk menggambarkan betapa mudahnya kita membenci orang hanya karena salah satu perbuatannya. Dian Sastro misalnya, gara-gara ia memposting salah satu gambar saat ia sedang merokok, seketika itu pula banyak para fansnya mencerca dan membencinya. Hanya karena rokok. Ya, kita hidup di mana mencaci dan membenci itu lebih mudah dari pada memaafkan.

rokok

Perokok adalah salah satu kaum yang paling mudah untuk dicerca dan dibenci. Merokok bagi banyak orang adalah aktivitas yang diharamkan. Bahkan pada titik paling ekstrem, perokok dianggap sebagai orang-orang yang apatis. Susah betul melawan kebencian kepada para perokok ini.

Pada kenyataannya, banyak perokok yang tahu betul bagaimana berinteraksi dan beraktivitas merokok dengan orang lain yang tidak merokok. Ada perokok etis. Mereka yang tahu bagaimana merokok yang etis di kehidupan bermasyarakat. Mereka paham bahwa tidak baik merokok di dalam angkutan umum, di dalam lift, di dalam ruangan kerja kantor.

orang merokok

Mereka para perokok sadar betul untuk tidak merokok di dekat wanita hamil, di dekat anak-anak kecil, atau di kerumunan banyak orang. Perokok etis sadar betul hal-hal tersebut. 

Sayang, masih banyak perokok yang memang belum sepenuhnya menjadi perokok etis. Mereka masih mengabaikan banyak hal dalam etika merokok, misal merokok di tempat yang tidak seharusnya atau membuang puntung rokok tidak pada tempatnya.

rokok

Hal tersebut yang kemudian menjadi pemicu utama munculnya sentimen negatif terhadap perokok. Untuk melawan sentimen negatif ini, salah satu cara yang paling relevan tentu saja adalah mengajak para perokok untuk menjadi perokok etis yang paham etika-etika merokok.

Hal ini tentu bisa dilakukan dengan kerjasama banyak pihak. Para perokok sadar diri untuk mengendalikan aktivitas merokoknya, orang di sekitarnya berani menegur atau mengingatkan jika ada perokok yang tidak taat etika, pun pemerintah juga menyediakan ruang-ruang merokok di banyak tempat sesuai dengan peraturan undang-undang.

Jika semua pihak bisa bekerjasama, niscaya akan banyak muncul perokok-perokok etis yang taat etika, yang mana pada akhirnya bisa ikut membantu untuk menghilangkan sentimen negatif terhadap rokok.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *