Mahira Khan, Rokok, dan Kemunafikan di Era Sosial Media

Mahira Khan, aktris terkenal Pakistan baru-baru ini dihujat publik di negaranya. Hujatan tersebut datang setelah foto yang kemungkinan diambil pada bulan Juli dipublikasikan oleh sebuah situs gosip selebriti pada akhir September. Foto tersebut menunjukkan Mahira Khan sedang merokok di luar ruangan dengan pakaian tanpa lengan bersama kawannya seorang aktor India, Ranbin Kapoor.

rokok

Tak perlu waktu lama, foto-foto Mahira Khan dengan cepat tersebar di media sosial yang tentu saja dibarengi dengan cercaan dari publik dunia maya.

Di era media sosial sekarang ini, seseorang bisa dengan mudahnya dicela terkait penampilan, pakaian, dan merokok. Apalagi bila orang tersebut seorang aktris, seorang idola, seorang tokoh publik. Warga sosial media selalu menginginkan mereka tampil sempurna. Dan melupakan bahwa siapa pun itu mempunyai hak untuk melakukan aktivitas yang disukai atau berpenampilan sesuai keinginannya. Tanpa peduli itu aktris atau pun idola. Tanpa peduli laki-laki atau perempuan.

orang merokok

Melihat percakapan di media sosial tentang Mahira Khan menjadi obrolan terhangat, seorang jurnalis Pakistan terkemuka Asma Shirazi, segera melakukan pembelaan terhadap Mahira Khan. Tetapi dia sendiri pun tak luput dari kritikan di dunia maya.

“Saat saya mendengar ceritanya dan melihatnya pada tren teratas, saya menulis di Twitter untuk mendukungnya dan menunjukkan bahwa ini adalah kemunafikan. Jika perempuan yang merokok maka itu tidak pantas. Jika ada laki-laki yang merokok malah sebaliknya,” kata Shirazi seperti dikutip BBC Indonesia.

Ia menambahkan, bahwa perlakuan warga sosial maya merupakan standar ganda, mereka menonton filmnya, mereka mengaguminya dan senang melihatnya di film, tapi tidak tahan melihat foto Mahira Khan dengan punggung terbuka dan merokok dengan aktor India.

rokok

Ranbin Kapoor, rekan sesama pemain film yang sedang asyik merokok bersama Mahira Khan, juga memberikan pembelaan terhadap ketidakadilan yang diberikan kepada rekannya itu.

“Sangat tidak adil bila dia dihakimmi dan dicerca begitu. Yang menyedihkan di sini adalah penilaian ketidaksetaraan: (dia diperlakukan begitu) hanya karena dia perempuan,” kata Ranbin Kapoor.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *