Kitab Kopi dan Rokok Yai Ihsan Jampes

Kopi dan rokok merupakan dua hal yang merasuk dalam keseharian masyarakat Indonesia. Di berbagai daerah di Indonesia, kedua kebiasaan ini mempunyai tempat tersendiri dalam kebudayaan masyarakat Indonesia. Di daerah Jawa Timuran misalnya, ada istilah cangkruk atau nongkrong yang hampir tidak bisa dilepaskan dengan kopi dan rokok. Di Jawa Tengah istilah angkringan juga kerap tidak bisa lepas dari kopi dan rokok.

bungkus rokok

Namun begitu, perdebatan mengenai hukum rokok (dan juga kopi) selalu saja mencuat. Walaupun sebenarnya perdebatan ini telah terjadi cukup lama di kalangan ulama.

Ketika perdebatan itu kembali muncul ke permukaan, maka ada baiknya kalau kita kembali menengok ‘Kitab Kopi dan Rokok’ yang ditulis oleh Syaikh Ihsan Jampes, seorang ulama dari pondok pesantren Jampes Kediri.

rokok

Dalam kitab tersebut, seluk beluk kopi dan rokok diulas, dari sejarah, polemik hukum mengonsumsi, hingga khasiatnya. Terkait pro kontra hukum rokok, Syaikh Ihsan mencoba menyederhanakan pembahasan dengan mengutarakan argumentasi ulama yang mengharamkan rokok yakni merusak kesehatan, melemahkan badan, dan juga berimbas pada pemborosan.

Sedangkan ulama-ulama yang berpendapat sebaliknya, di antaranya Abd al-Ghani al-Nabilisi, al-Syabramalis, al-Sulthan al-Halab, al-Barmawi, al-Rusyd, dan Ali al-Ajhury. Mereka berdalih rokok memberikan semangat baru dalam menjalani kehidupan. Bagi mereka, tidak ada dalil yang dijadikan dasar untuk mengharamkan rokok. Dalil menghisap dan mengkonsumsi rokok hukumnya mubah. Hukum ini berlaku bagi orang yang tidak terganggu kesehatannya atau hilang ingatannya ketika merokok.

rokok

Setelah mengutarakan berbagai pendapat ulama lain, Syaikh Ihsan mengambil posisi dengan memberikan pendapat alternatif.

Ia berpendapat merokok sebagai makruh. Meski demikian, hukum makruh ini tidak tetap. Bisa berubah menjadi wajib, jika seandainya seseorang itu tidak atau berhenti merokok maka badannya akan sakit atau tidak bisa beraktivitas dengan baik. Bisa juga berubah jadi haram, bila alokasi uang yang digunakan untuk beli rokok itu seharusnya digunakan untuk menafkahi keluarganya, gara-gara beli rokok keluarganya jadi tidak makan.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *