Kisah Harun Mahbub dan Rokok Kretek di Australia

Harun Mahbub, Jurbalis Liputan6.com, tentu tak menyangka jika perjalanan singkatnya di Australia rupanya memberikannya pengalaman dan kesan baru soal rokok kretek Indonesia. Betapa tidak, ia dua kali bersinggungan kesan tentang kretek Indonesia selama di Australia.

rokok

Singgungan pertama bermula di sudut Adelaide Street, dia bertemu tiga gadis ras Melanesia sedang menikmati malam di kota Brisbane yang sejuk. Mereka asyik jalan santai sambil bercanda. Ketika dia berkenalan dengan tiga gadis dari Papua Nugini itu sembari berkata bahwa dia dari Indonesia, mereka ternyata sudah bisa menebak. Mereka sudah bisa mengidentifikasi asal Harun dari rokok yang dihisapnya.

plang smooking area di brisbane

Ternyata gadis-gadis yang negaranya bertetangga dengan Indonesia itu sudah mengenal aroma khas kretek, rokok khas Indonesia yang memadukan antara tembakau dan cengkeh, serta berbunyi kretek ketika dibakar.

orang merokok

Pengalaman selanjutnya mempertemukan dia dengan seorang perempuan asal Srilangka di Bandara Internasional Brisbane. Pertemuan dengan perempuan bernama Thusyanta Natkunanthas itu terjadi secara kebetulan belaka. Bermula dari meminjam korek api di ruang merokok, keduanya kemudian saling bercengkerama. Harun memberi Thusyanta rokok kretek yang ia bawa, Thusyanta gembira bukan buatan, matanya kemudian langsung berbinar. Thusyanta yang telah 9 tahun berada di Australia dan mendapatkan kewarganegaraan Australia rupanya begitu menggemari rokok kretek. Ia mengatakan bahwa rokok kretek asal Indonesia ibaratnya bawang merah. Harganya pasti mahal.

Sebelum berpisah bahkan, Harun diberi nomor telepon, Thusyanta meminta dibawakan rokok kretek bila berkunjung lagi ke Australia.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *