GAPPRI Meminta Pengaturan Cukai Masuk dalam Paket Kebijakan Ekonomi

Gambar Rokok – Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI) meminta pemerintah memasukkan penentuan tarif cukai rokok ke dalam paket kebijakan ekonomi. Pasalnya, kontribusi Cukai Hasil Tembakau (CHT) mempunyai nilai besar dalam penerimaan cukai negara. Tahun ini pemerintah menargetkan penerimaan CHT mencapai Rp139,1 triliun atau sekitar 95 persen dari total penerimaan cukai Rp145,7 triliun.

gambar rokok

“Sebetulnya kami ingin industri rokok di dalam konsteks tarif harus masuk ke dalam paket deregulasi (paket kebijakan ekonmi. Industri tersebut sejauh ini sudah memberikan sumbangan dari penerimaan cukai cukup besar bagi negara saat negara mengalami declining penerimaan dari sektor pajak yang lain,” kata sekretaris Jenderal GAPPRI Hasan Aoni Aziz dalam workshop Tembakau dalam Kendali Cukai di Hotel Menara Peninsula, Jakarta, pertengahan Oktober lalu.

bungkus rokok

Pada Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2016 pun, pemerinta juga sudah menetapkan target CHT sebesar Rp142,7 triliun. Target ini mengalami kenaikkan sebesar 2,58 persen dari target penerimaan cukai rokok dalam APBN-P 2015 yaitu sebesar Rp139,1 triliun.

Menurut Hasan, pemerintah seharusnya lebih sensitif dengan tidak menetapkan tarif cukai yang lebih tinggi di tengah melambatnya perekonomian. Dia memperkirakan tahun ini, paling tidak ada 10 ribu karyawan industri rokok yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).

gambar rokok

“Kami menduga bahwa di tahun ini lebih dari 10 ribu akan di-PHK. Itu data yang moderat. Saya kira data di lapangan akan lebih besar, saya belum update lagi data di lapangan,” ujarnya.

Foto oleh : Eko Susanto

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *