Lonjakan Tarif Cukai berpengaruh Terhadap Garis Kemiskinan di Indonesia

Gambar Rokok – Langkah pemerintah menaikkan besaran cukai terhadap Industri Hasil Tembakau (IHT) memberikan dampak pada meningkatnya garis kemiskinan di Indonesia. Data tersebut dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada periode Maret-September 2015.

gambar rokok

Akibat kebijakan kenaikan cukai tersebut, pada periode Maret-September 2015, garis kemiskinan naik 4,24%, yaitu Rp330,776 per kapita di bulan Maret, menjadi Rp344,809 per kapita per bulan Septeber 2015.

Suryamain Kepala BPS menilai bila masyarakat mengurangi kosumsi rokok dan mengalihkan untuk belanja beras, maka konsumsi makanan atau pemenuhan kalori bisa meningkat.

gambar rokok

Himbauan Suryamin tersebut seperti himbauan kosong. Mengingat masyarakat cenderung mempertahankan mengonsumsi rokok. Dengan lonjakan kenaikan cukai per tahun, maka pola keuangan masyarakat pun terpengaruh.

Rata-rata kenaikan cukai rokok selama lima tahun kebelakang mencapai 16 persen. Data tersebut belum menghitung kenaikan target penerimaan cukai pada tahun 2016 ini. Tahun lalu target cukai sebesar Rp139,1 triliun, sedangkan pada tahun ini target penerimaan negara melalui cukai sebesar Rp148,9 triliun.

gambar rokok

Langkah realistis yang bisa diambil pemerintah untuk menanggulangi ini ialah dengan tidak mengenjot kenaikan pendapatan negara melalui sumber cukai rokok. Itu artinya pemerintah perlu lebih kreatif dalam membuka sumber pendapatan lain.

Toh, industri rokok sekarang ini menjadi satu-satunya industri yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Dari sektor perkebunan tembakau, cengkeh, juga pabrik rokok menyerap puluhan juta tenaga kerja. Dan penerimaan masyarakat dari pekerjannya itu perlu dilihat sebagai ‘pendapatan negara yang diterima oleh masyarakat’.

Foto oleh : Eko Susanto

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *