Dampak Negatif Kenaikan Tarif Cukai Rokok

Industri Sigaret Kretek Tangan (SKT) adalah industri yang paling terkena dampak dari kebijakan kenaikkan harga cukai rokok. Salah satu pabrik SKT yang ada di Surabaya, PT Karyadibya Mahardika merasakan penurunan kinerja dari kebijakan cukai ini.

Imbas dari kenaikkan harga cukai adalah tingginya harga rokok, sehingga masyarakat akan berpikir ulang untuk membeli. Sedangkan di Indonesia banyak sekali Industri kecil yang memproduksi Sigaret Kretek Tangan (SKT) dengan jumlah tenaga kerja yang tak sedikit.

rokok

PT Karyadibya Mahardika contohnya, mereka mampu menghasilkan dua miliar batang rokok produk bernama Apache dalam setahunnya dengan mempekerjakan 1500 tenaga kerja. Jika kebijakan kenaikkan cukai ini diterapkan lagi pada tahun 2019, maka akan ada pengurangan produksi dan pengurangan tenaga kerja. Hal ini akan berakibat buruk bagi pemasukan Negara dan penggangguran semakin besar.

rokok

Hal ini sudah terjadi di tahun 2018 akibat kenaikkan cukai rokok oleh pemerintah. Anggota Komisi V DPR RI, Bambang Haryo menjelaskan bahwa secara nasional, pada 2018 sudah ada pengurangan tenaga kerja di industri rokok sekitar lima persen akibat produksi yang kian menyusut. Sudah banyak PHK di industri ini, terutama pada sektor SKT. 

Besaran tenaga kerja yang diserap oleh Industri rokok di Indonesia sangatlah banyak, belum lagi jika melihat UMKM secara nasional. Kebanyakan UMKM di Indonesia, 15 % berjualan dan berprofesi sebagai penjual rokok. Kenaikan harga rokok sebagai imbas kenaikan tarif cukai tentu akan sangat menyusahkan bagi mereka semua.

rokok

Oleh karena itu, Pemerintah harus benar-benar memikirkan dampak kebijakan kenaikkan tarif cukai rokok ini. Ada banyak sekali orang yang menggantungkan hidupnya pada industri rokok ini.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *