Cerutu Wamena, Bungkus Rokok Tradisional Yang Tetap Bertahan Hingga Sekarang

Masyarakat asli di Wamena, Kabupaten Jawawijaya ternyata punya rokoknya sendiri yang dikenal dan dilestarikan sampai sekarang. Dalam bahasa setepat rokok ini disebut Nit atau Hanom. Namun warga di Wamena pada umumnya menamai rokok tembakau ini dengan Cerutu Wamena.

BUNGKUS ROKOK
BUNGKUS ROKOK

Rokok tembakau tradisional ini dijual dengan cara daun tembakau digulung padat sekilas terlihat seperti sebatang kayu. Jika akan diisap, gulungan tembakau itu diiris jadi serbuk dan digulung dengan daun hutan berukuran kecil sehingga berbentuk menyerupai cerutu yang siap dibakar dan diisap.

Nendius Hubi, salah satu penjual rokok khas Wamena di pasar tradisional Jibama Wamena, seperti dilansir Kumparan.com, mengatakan Cerutu Wamena banyak diminati oleh masyarakat setempat.

Para pembelinya ialah penduduk asli Suku Dani dan Suku Yali yang berada di Wamena. Kebanyakan dari mereka tidak menyukai rokok hasil olahan pabrik atau rokok modern. Alasannya rasa dan aroma rokok tradisional dan modern sangat berbeda.

BUNGKUS ROKOK
BUNGKUS ROKOK

Nendius memperoleh bahan baku Cerutu Wamena dari kebunnya sendiri yang ditanamnya dalam empat bedeng besar. Tembakau tersebut ia panen setiap bulan.

Salahs atu penikmat Cerutu Wamena, Markus Itlay mengatakan rokok tradisional ini sudah lama dikonsumsi masyarakat. Bahkan sebelum adanya rokok olahan pabrik.

“Rata-rata masyarakat di kampung menghisap Cerutu Wamena ini karena dari segi rasa dan ciri khasnya. Apalagi jika ada momen pesta adat, rokok tembakau tradisional ini sangat laku,” jelas Markus.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *