Asal Omong ala Sandiaga Uno: Tak Layak Bandingkan Cukai Rokok dan Zakat

“Masak orang rela membayar Rp 148 triliun untuk rokok, untuk zakat hanya Rp 8 triliun”

Pernyataan itu disampaikan Sandiaga Uno, Wakil Gubenur DKI Jakarta, di Focus Group Discussion (FGD) bertemakan ‘Kepastian Kelembagaan dan Pengelolaan Zakat, Infaq dan Shadaqah (ZIS) Provinsi DKI Jakarta, Rabu (18/4/2018) lalu.

sandiaga uno

Pernyataan tentang perbandingan penerimaan cukai rokok yang diterima negara dengan target penerimaan negara melalui Baznas tentu saja tak sebanding dan tidak apple to apple.

rokok

Cukai rokok diwajibkan oleh pemerintah dan tarifnya terus dinaikkan agar memberikan pendapatan yang tinggi bagi negara. Bahkan dari harga rokok yang dijual, lebih dari 50% merupakan porsi dari penerimaan negara. Orang yang membeli rokok maka otomatis dirinya langsung membayar cukai.

orang merokok

rokok

Sedangkan setoran dari zakat (yang persentasinya minimal hanya 2,5 persen) sifatnya adalah sukarela. Selain itu, masyarakat penerimaan zakat pun tidak bisa terlacak dengan baik, sebab ia bisa disalurkan melalui banyak penyalur, baik yang resmi, maupun tidak, bahkan bisa langsung disalurkan kepada penerimanya.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *