APTI Berharap Perda KTR Hanya Mengatur Perilaku Merokok

Banyak lembaga dan kelompok yang menantikan DPRD Kota Surabaya untuk menyusun Rancangan Peraturan Daerah (RAPERDA) Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang adil dan penerapannya menjadi contoh baik kota dan kabupaten lain, salah satunya adalah Asosiasi Petani Tembakau Indonesia atau APTI.

bungkus rokok

Ketua APTI, Soeseno berharap Perda KTR Surabaya hanya mengatur perilaku para perokok saja, tak perlu masuk dan mengubah ranah produk tembakau. Hal ini dilontarkan Soeseno setelah melihat fakta bahwa banyak petani tembakau yang masih kesusahan karena hasil panen tembakaunya banyak tidak diserap produsen dan pabrik rokok.

Lebih lanjut, Soeseno juga menambahkan, Perda KTR Surabaya harus disusun dengan baik, agar menjadi contoh untuk kota atau kabupaten lain di Indonesia dalam hal isi dan juga penerapannya.

rokok

Soeseno mengatakan bahwa perlu untuk dipikirkan matang-matang Perda KTR Surabaya ini mengingat jumlah petani dan buruh tani tembakau di Jawa Timur cukup besar, sekitar 600.000 orang. Selain itu, Jawa Timur juga merupakan produsen tembakau tertinggi, mencapai 60 persen produksi tembakau nasional dengan kisaran produksi mencapai 120.000 ton hingga 130.000 ton per tahunnya. Itulah kenapa potensi besar pemasukan APBN Jawa Timur disumbangkan besar oleh Industri Hasil Tembakau.

bungkus rokok

Melihat banyaknya sumbangan gagasan dan juga banyaknya kelompok yang bersuara terkait Raperda KTR ini, akhirnya Pansus DPRD Kota Surabaya memerhatikan dengan serius. Ketua Pansus Junaedi menanggapi dengan menegaskan bahwa dalam pembahasan dan penetapan Perda KTR ini akan dilakukan seadil-adilnya.

Beliau juga akan mengundang beberapa kelompok instansi, lembaga dan asosiasi untuk ikut menyusun Raperda, sehingga semua bisa terakomodir dengan adil. Kita tunggu saja langkah baik ini.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *